Putri
Kaguya kembali ke Bulan
Musim gugur pun tiba.
Putri Kaguya menghabiskan malam demi malam dengan memandangi Bulan sambil menangis. Kalau ditanya kenapa
menangis, Putri Kaguya tidak mau menjawab. Namun ketika tanggal 15 bulan 8
(September) semakin dekat, tangis Putri Kaguya makin menjadi. Putri Kaguya
akhirnya mengaku, "Aku bukan manusia bumi, tanggal 15 ini pada saat bulan purnama, aku harus kembali ke Bulan."
Identitas sebenarnya Putri Kaguya disampaikan kepada kaisar. Prajurit-prajurit
gagah berani diutus kaisar untuk melindungi Putri Kaguya dari jemputan orang
Bulan.
Malam Bulan purnama
itu pun tiba, sekitar jam 2 malam, dari langit turun orang-orang Bulan. Para
prajurit dan Kakek Pengambil Bambu tidak mampu mencegah mereka membawa Putri
Kaguya kembali ke bulan. Putri Kaguya adalah penduduk ibu kota bulan yang
sedang menjalani hukuman buang ke bumi. Sebagai tanda mata, Putri Kaguya
memberikan obat hidup kekal (不死 fushi?, tidak pernah mati) kepada kaisar.
Namun tanpa Putri Kaguya, kaisar tidak merasa perlu hidup selama-lamanya.
Diperintahkannya obat tersebut untuk dibakar di Suruga, di atas puncak gunung tertinggi di
Jepang. Gunung tersebut kemudian disebut "Fushi no Yama," dan
akhirnya disebut "Fujiyama" (Gunung Fuji). Obat yang dibakar di atas gunung
kabarnya membuat Gunung Fuji selalu mengeluarkan asap hingga sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar